![]() |
| Cahaya Kebenaran aku merindukanmu. |
Airmataku bukan sesuatu yang dapat membuat nadi ini melupakan senyummu. Ia justru menjadi bentuk yang akan mengekalkan kasih sayangmu. Aku terluka, namun aku tak pernah berpikir untuk pergi menjauh dari sisi hatimu. Semakin dalam aku menggali jejak cintamu, semakin tak kuasa aku menahan perasaanku yang terlanjur mengharapkanmu. Aku mencoba mengenang sesuatu yang manis, agar semuanya tak menjadi amarah sesaat. Maafkan bibirku, jika selalu membuat batinmu kelu. Aku seperti ini, sebab aku takut kau meninggalkanku. Aku telah menjadikanmu pelindung jiwaku yang rapuh, kau penyemangatku dalam meraih impian, kau senyumku yang manis, kau pula kebanggaan yang aku miliki, kau kekuatan langkahku yang tumbang. Karenamu aku merasa berharga, tanpamu aku sia-sia. Aku menderita dengan egoku sebab aku tak kuasa menhan rinduku padamu.
Jangan jadikan semuanya berlalu seperti angin!
Kau pun bukan debu bagiku,
Tak usah kau pendam perasaan bersalahmu padaku
Selama ini aku yang kurang memahamimu
Aku yang pantas menanggung semua beban batinmu
Bukan dirimu yang justru menelan sembilu karenaku...
Maafkan aku, Sayang.
Rinduku bertumpuk-tumpuk di dalam kalbu..
| Maafkan aku jika aku membuatmu khawatir! |
2/Oktober/2016 23;58
.jpg)
Komentar
Posting Komentar