Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2016

Cahaya Kebenaran 2

Dari gadis yang sering mengenal kata putus asa, namun ia tak pernah berputus asa. Aku selalu mengenangmu dalam hujan. Aish... Kenapa aku harus mengingatmu di sini? Kau tahu? Aku akan mengecewakan banyak orang! Karenamu, aku menelan liur yang pernah aku muntahkan. Tak ada yang lebih pahit, saat aku melihat emosimu di ujung tanduk. Lantas sukmamu kalut, hendak menelan wajahku dalam barzah. Kuterangkan langkah gelapmu. Sekali lagi kukatakan padamu, aku tak pernah sanggup bermain-main dengan ucapan yang pernah aku luncurkan di hadapan batinmu.                  Ada ribuan tetes air hujan yang menjadi saksiku menatap parasmu. Kau menggigil, aku kedinginan. Kita tak berpelukan, aku tahu ada jarak yang menghalangi untuk melakukan hal tersebut. Namun kau tak menunduk saat airmataku bercucuran, meski kau tak menyadari sebab cairan itu dileburkan oleh titik-titik hujan yang mengalir bebas di pipik...