Tersenyumlah seperti itu selamanya! Hapus airmatamu, adikku Sayang! Jangan pernah kau suburkan pedih yang mengakar dalam sanubarimu. Cabutlah ia sekuat tenagamu, jika memang di kemudian hari akan tumbuh kembali, jangan biarkan ia berkembang biak bebas. Buatlah ia menderita, jangan pernah membuatnya bangga dengan perasaanmu yang hancur. Segala aura negatif akan mencintaimu jika kau terus memanjakannya dengan sikapmu yang mengeluh. Sayang, kemarilah, mendekatlah di bahuku, bayangkan jika kau berada dalam posisi ribuan anak jalanan Indonesia yang bermata sayu. Langkah layu tertatih-tatih di emperan kota. Mengaduh kesakitan jika perut belum diisi oleh makanan. Pernahkah kau melihat anak ecil mengosek-ngosek sampah? Atau mereka yang menjual koran dan majalah di lampu merah. Kulit hitam, keringat bercucuran. Di mana Ibu dan Ayah? Sempatkah memikirkan ego mereka untuk bermain-main? Bahkan teman pun belum tentu semenyenangkan yang kau milliki. Bukankah di sekelilingmu kau banyak...