Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2016

Tersenyumlah, Asta!

Tersenyumlah seperti itu selamanya! Hapus airmatamu, adikku Sayang! Jangan pernah kau suburkan pedih yang mengakar dalam sanubarimu. Cabutlah ia sekuat tenagamu, jika memang di kemudian hari akan tumbuh kembali, jangan biarkan ia berkembang biak bebas. Buatlah ia menderita, jangan pernah membuatnya bangga dengan perasaanmu yang hancur. Segala aura negatif akan mencintaimu jika kau terus memanjakannya dengan sikapmu yang mengeluh.  Sayang, kemarilah, mendekatlah di bahuku, bayangkan jika kau berada dalam posisi ribuan anak jalanan Indonesia yang bermata sayu. Langkah layu tertatih-tatih di emperan kota. Mengaduh kesakitan jika perut belum diisi oleh makanan. Pernahkah kau melihat anak ecil mengosek-ngosek sampah? Atau mereka yang menjual koran dan majalah di lampu merah. Kulit hitam, keringat bercucuran. Di mana Ibu dan Ayah? Sempatkah memikirkan ego mereka untuk bermain-main? Bahkan teman pun belum tentu semenyenangkan yang kau milliki. Bukankah di sekelilingmu kau banyak...

MAAF

Cahaya Kebenaran aku merindukanmu. Airmataku bukan sesuatu yang dapat membuat nadi ini melupakan senyummu. Ia justru menjadi bentuk yang akan mengekalkan kasih sayangmu. Aku terluka, namun aku tak pernah berpikir untuk pergi menjauh dari sisi hatimu. Semakin dalam aku menggali jejak cintamu, semakin tak kuasa aku menahan perasaanku yang terlanjur mengharapkanmu. Aku mencoba mengenang sesuatu yang manis, agar semuanya tak menjadi amarah sesaat. Maafkan bibirku, jika selalu membuat batinmu kelu. Aku seperti ini, sebab aku takut kau meninggalkanku. Aku telah menjadikanmu pelindung jiwaku yang rapuh, kau penyemangatku dalam meraih impian, kau senyumku yang manis, kau pula kebanggaan yang aku miliki, kau kekuatan langkahku yang tumbang. Karenamu aku merasa berharga, tanpamu aku sia-sia. Aku menderita dengan egoku sebab aku tak kuasa menhan rinduku padamu.  Jangan jadikan semuanya berlalu seperti angin! Kau pun bukan debu bagiku, Tak usah kau pendam perasaan bersalahmu p...